Menjadi terkenal barangkali adalah
impian dari sebagian besar manusia. Dengan terkenal maka akan datang beberapa
hal atau sesuatu yang menjanjikan, yang hampir semuanya berupa kesenangan (
hidup ) di dunia ini. Kesenangan yang bersifat kejiwaan misalnya, rasa puas, rasa bangga, percaya
diri, dan sebagainya. Atau yang bersifat fisik seperti mendapatkan uang yang
banyak, fasilitas hidup, atau juga kekuasaan. Mimpi ini memang manusiawi, dan
sudah ada sejak awal diciptakan manusia, sekaligus menjadi bagian dari tabiat
manusia itu sendiri. Dia menyatu dalam nafsu setiap manusia.
Karena nafsu yang menjadi
sistemnya, maka akan terdapat dua kemungkinan keadaan manusia yang memilikinya
yaitu dikendalikan atau mengendalikan. Jika yang pertama, maka manusia akan
cenderung negatif yang sifatnya mengganggu, melanggar, melalaikan, bahkan merusak
secara jasmani maupun ruhani. Akan
ditempuh segala cara sehingga kepedulian hanya untuk diri sendiri, masa bodoh
orang lain bahkan norma dan aturan. Sebuah pepatah arab mengatakan “Jika
ingin terkenal, kencingi air zam-zam” .
Jika yang kedua maka akan terwujud aktifitas yang positif. Akan bergerak
setelah berfikir dan dicerna dalam jiwa. Aktifitasnya selalu didasarkan pada
norma dan kemaslahatan, bukan hanya ketika di dunia tetapi di kehidupan sesudah
matinya.
Itulah kemudian yang membedakan
antara Terkenal dan Ternama. Terkenal, berorientasi melulu dunia dan cenderung
negatif. Dan menjadi multi level marketing untuk dosanya. Ternama, beroientasi
akhirat walaupun aktifitasnya dunia, namun karena landasannya ( niatnya)
semata-mata mendapatkan keredhoan Tuhannya, maka ia akan mendapatkan banyak
kebaikan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Aktifitasnya berbuah kebaikan,
orang-orang yang mengikuti/menirunya pun menambahkan kebaikan untuknya, decak
dan doa orang-orang yang mendengar, melihatnya juga menambahkan kebaikan
baginya.
Kini banyak cara dan fasilitas
untuk mendapatkan satu diantaranya, yakni lewat teknologi dengan dunia
mayanya. Terasa begitu luar biasa,
bahkan hanya dalam hitungan detik atau lebih cepat lagi… segala keinginan dapat
diwujudkan. Sayangnya sebagian besar tidak sadar, ada yang akan lebih dahsyat,
yakni pertanggung jawaban atas segala perilaku ketika dunia, yakni Mahkamah
Rabbul Jalil di yaumil mahsyar… Wallohu a’lam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar