Rabu, 27 Februari 2013

Pilih Mana? Menjadi Terkenal atau Ternama


Menjadi terkenal barangkali adalah impian dari sebagian besar manusia. Dengan terkenal maka akan datang beberapa hal atau sesuatu yang menjanjikan, yang hampir semuanya berupa kesenangan ( hidup ) di dunia ini. Kesenangan yang bersifat kejiwaan  misalnya, rasa puas, rasa bangga, percaya diri, dan sebagainya. Atau yang bersifat fisik seperti mendapatkan uang yang banyak, fasilitas hidup, atau juga kekuasaan. Mimpi ini memang manusiawi, dan sudah ada sejak awal diciptakan manusia, sekaligus menjadi bagian dari tabiat manusia itu sendiri. Dia menyatu dalam nafsu setiap manusia.

Karena nafsu yang menjadi sistemnya, maka akan terdapat dua kemungkinan keadaan manusia yang memilikinya yaitu dikendalikan atau mengendalikan. Jika yang pertama, maka manusia akan cenderung negatif yang sifatnya mengganggu, melanggar, melalaikan, bahkan merusak secara jasmani  maupun ruhani. Akan ditempuh segala cara sehingga kepedulian hanya untuk diri sendiri, masa bodoh orang lain bahkan norma dan aturan. Sebuah pepatah arab mengatakan “Jika ingin terkenal, kencingi air zam-zam” .  Jika yang kedua maka akan terwujud aktifitas yang positif. Akan bergerak setelah berfikir dan dicerna dalam jiwa. Aktifitasnya selalu didasarkan pada norma dan kemaslahatan, bukan hanya ketika di dunia tetapi di kehidupan sesudah matinya.

Itulah kemudian yang membedakan antara Terkenal dan Ternama. Terkenal, berorientasi melulu dunia dan cenderung negatif. Dan menjadi multi level marketing untuk dosanya. Ternama, beroientasi akhirat walaupun aktifitasnya dunia, namun karena landasannya ( niatnya) semata-mata mendapatkan keredhoan Tuhannya, maka ia akan mendapatkan banyak kebaikan baik di dunia maupun di akhirat kelak. Aktifitasnya berbuah kebaikan, orang-orang yang mengikuti/menirunya pun menambahkan kebaikan untuknya, decak dan doa orang-orang yang mendengar, melihatnya juga menambahkan kebaikan baginya.

Kini banyak cara dan fasilitas untuk mendapatkan satu diantaranya, yakni lewat teknologi dengan dunia mayanya.  Terasa begitu luar biasa, bahkan hanya dalam hitungan detik atau lebih cepat lagi… segala keinginan dapat diwujudkan. Sayangnya sebagian besar tidak sadar, ada yang akan lebih dahsyat, yakni pertanggung jawaban atas segala perilaku ketika dunia, yakni Mahkamah Rabbul Jalil di yaumil mahsyar… Wallohu a’lam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar